0

PROSES PENYELESAIAN PERKARA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA

PERSYARATAN :

  1. Menyerahkan Surat Gugatan Cerai ;
  2. Menyerahkan Foto Copy Kutipan/Duplikat Akta Nikah;
  3. Menyerahkan Foto Copy KTP;
  4. Membayar Biaya Perkara sesuai dengan radius;
  5. Apabila Tergugat tidak diketahui tempat tinggalnya, maka menyerahkan Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan, yang menerangkan Tergugat tidak diketahui tempat tinggalnya.

 

PROSEDUR (tata cara pengajuan perkara) :

  1. Langkah-langkah yang harus dilakukan Penggugat (Istri) atau Kuasanya :
    1. Mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama ;
    2. Penggugat dianjurkan untuk meminta petunjuk kepada Pengadilan Agama tentang tata cara membuat surat gugatan ;
    3. Surat gugatan dapat dirubah sepanjang tidak mengubah posita dan petitum. Jika Tergugat telah menjawab surat gugatan ternyata ada perubahan, maka perubahan tersebut harus atas persetujuan Tergugat;
  2. Gugatan tersebut diajukan kepada Pengadilan Agama :
    1. Yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat ;
    2. Bila Penggugat meninggalkan tempat kediaman yang telah disepakati bersama tanpa izin Tergugat, maka permohonan harus diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat ;
    3. Bila Penggugat berkediaman di luar negeri, maka permohonan diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat ;
    4. Bila Penggugat dan Tergugat bertempat kediaman di luar negeri, maka permohonan diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat dilangsungkannya perkawinan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat ;
  3. Gugatan tersebut memuat :
    1. Nama, umur, pekerjaan, agama dan tempat kediaman Penggugat dan Tergugat ;
    2. Posita (fakta kejadian dan fakta hukum);
    3. Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita);
  4. Gugatan soal penguasaan anak, nafkah anak, nafkah istri dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan perceraian atau sesudah putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum tetap ;
  5. Membayar biaya perkara, bagi yang tidak mampu dapat berperkara secara Cuma-Cuma (prodeo).
  6. Penggugat dan Tergugat atau Kuasanya menghadiri persidangan berdasarkan surat panggilan Pengadilan Agama.

 

PROSES PENYELESAIAN PERKARA :

  1. Penggugat / kuasanya mendaftarkan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama ;
  2. Penggugat dan Tergugat dipanggil oleh Pengadilan Agama untuk menghadiri persidangan;
  3. Tahapan persidangan :
  • Pada pemeriksaan sidang pertama, hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak, dan suami istri harus datang secara pribadi ;
  • Apabila tidak berhasil, maka hakim mewajibkan kepada kedua belah pihak agar lebih dahulu menempuh Mediasi ;
  • Apabila mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat gugatan, jawaban, jawab-menjawab,mengajukan gugatan rekonvensi (gugat balik) dan pembuktian;

 

  1. Putusan Pengadilan Agama atas cerai gugat talak sebagai berikut :
  • Gugatan dikabulkan. Apabila Tergugat tidak puas dapat mengajukan banding melalui Pengadilan Agama tersebut;
  • Gugatan ditolak. Penggugat dapat mengajukan banding melalui Pengadilan Agama tersebut;
  • Gugatan tidak diterima. Penggugat dapat mengajukan permohonan baru;

 

  1. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka panitera Pengadilan Agama memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah putusan tersebut diberitahukan kepada para pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *